Yo! Balik lagi dengan gue di blog yang penuh debu dan kusam ini. Bulan oktober menjadi bulan yang labil, kadang hujan, kadang panas. Hati gue ga labil tapi, hehe. Asu gue apaan sih.
Tanggal 10 Oktober kemarin diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day. Kebetulan gue liat artikel di Billboard tentang K-pop Songs Mental Health Awareness Day List. Iya, lagu korea gak selamanya tentang cewe cantik kayak barbie joget-joget di atas panggung atau cowo yang gantengnya gak masuk akal joget-joget di atas panggung. Beberapa musisi Korea punya masa-masa sulit seperti melawan depresi dan mereka tuangkan dalam sebuah karya musik.
Ada beberapa musisi Korea yang gue suka masuk ke dalam list ini, sebut saja San-E, Epik High, Horan Clazziquai, dan HA:TFELT. Tapi, ada satu musisi yang bikin gue terkejut bisa masuk ke dalam list ini, yaitu...
Lagu mereka yang berjudul Separation Anxiety berhasil masuk ke dalam list Billboard. Dari judulnya aja sudah merupakan sebuah disorder yaitu Separation Anxiety Disorder (SAD). SAD ini adalah sebuah disorder yang biasanya dialami oleh anak yang tidak mau ditinggal oleh seseorang yang penting di hidupnya tapi dalam tahap perilaku abnormal seperti rewel atau sedih berlebihan ketika ditinggal oleh orang tua. Liriknya menggambarkan konteks yang serupa tapi menurut gue, Kim Jong Wan bukan hanya menyoroti SAD saja, tetapi lebih kepada ketakutan seseorang yang mengidap gangguan mental akan ditinggalkan seseorang yang penting di hidupnya.
Coba play videonya dan resapi liriknya:
It seems like my particular surrounding does not have enough air
I can’t breathe and it is insanely irritable
The sky falls and is destroyed, and my tears
fall to my feet and disperses up to the clouds
Don’t leave me
Yes
The person that I am is very difficult (he means difficult as being troublesome, a burden)
I know I am broken
But I still wish you wouldn’t give up on me
Because once I can be fixed
I’ll truly be beautiful
So please don’t let go and throw me away
It seems like my particular surrounding has a shadow of loss
that is dark and darkly spread
Trust is destroyed and even the last breath
that held on with great difficulty is deprived
Don’t leave me
It's my healing song. Lagu ini merupakan salah satu komponen terpenting di hidup gue. Gue selalu merasa emosional dan menangis ketika lagu ini diputar. Seakan-akan Kim Jong Wan sendiri menjerit kepada orang-orang di sekitarnya, bahwa jangan pernah menyerah pada dirinya. Dia percaya bahwa dia bisa sembuh. Lagu ini mewakili orang-orang yang mengidap penyakit mental bahwa mereka butuh bantuan kita.
Sama halnya dengan seseorang yang memutuskan untuk bunuh diri akibat depresi. Jujur, gue beberapa kali mikir gini. Melewati fase suicidal seorang diri sangat berat untuk gue. Gue merasa ga dicintai, didengar, dipahami. Gue merasa diri gue ga berharga jika orang-orang tahu bagaimana gue sebenarnya. Orang-orang pasti tidak akan mau mengerti kalau gue bilang yang sejujurnya, orang-orang akan bilang bahwa gue adalah orang gila yang sok edgy. Tapi nyatanya, sampai sekarang ini bukan menjadi persoalan yang mudah sampai gue menginjak umur 19 tahun. Gue jadi seseorang yang selalu menyimpan semuanya sendiri dan itu ga mudah.
Kadang orang-orang selalu memberi penghakiman kepada mereka yang mengalami penyakit mental. "Ah kamu kurang beribadah kali." "Obat depresi itu dekat sama Tuhan dong!" sekali lagi, persoalannya ga semudah itu. Yang mereka butuhkan bukan penghakiman dari kalian, bukan juga ceramah agama dari kalian, mereka butuh didengar, dibantu. Mereka butuh dukungan dari kalian untuk bisa sembuh. Mereka butuh diselamatkan dari jurang hitam yang bisa saja tiap waktu akan merenggut mereka.
Gue ingin bilang kepada siapapun yang baca ini, lebih peka terhadap orang-orang di sekitar kalian. Ada teman atau salah satu keluarga kalian yang sedih, tolong tanya mereka, tolong dengar dan jangan beri penghakiman. Karena penghakiman bisa membuat seseorang lebih merasa tidak dihargai, gue udah ngerasain dan benar-benar ga enak. Untuk kalian semua yang sedang berjuang lawan depresi, ayo lawan depresimu! Kamu berharga, kamu pantas dicintai! Jangan pernah membiarkan depresi merenggut jiwamu. Terus lakukan hal-hal positif yang bisa mengurangi depresimu, jangan lupa selalu konsultasi dengan psikologmu atau cerita kepada orang terdekatmu jika ada sesuatu yang membuat depresimu semakin bertambah. Untuk kalian yang sedang mendampingi seseorang yang mengidap depresi, jangan pernah menyerah! Mereka membutuhkan kalian jadi jangan menyerah, tetap kuat, mereka pasti bisa melewati masa itu jika kalian bantu mereka dengan sepenuh hati.
HAPPY WORLD MENTAL HEALTH DAY, SPREAD LOVE NO HATE!
Tanggal 10 Oktober kemarin diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day. Kebetulan gue liat artikel di Billboard tentang K-pop Songs Mental Health Awareness Day List. Iya, lagu korea gak selamanya tentang cewe cantik kayak barbie joget-joget di atas panggung atau cowo yang gantengnya gak masuk akal joget-joget di atas panggung. Beberapa musisi Korea punya masa-masa sulit seperti melawan depresi dan mereka tuangkan dalam sebuah karya musik.
Ada beberapa musisi Korea yang gue suka masuk ke dalam list ini, sebut saja San-E, Epik High, Horan Clazziquai, dan HA:TFELT. Tapi, ada satu musisi yang bikin gue terkejut bisa masuk ke dalam list ini, yaitu...
![]() |
| NELL! Senangnya lagu mereka bisa masuk ke list Billboard. |
Lagu mereka yang berjudul Separation Anxiety berhasil masuk ke dalam list Billboard. Dari judulnya aja sudah merupakan sebuah disorder yaitu Separation Anxiety Disorder (SAD). SAD ini adalah sebuah disorder yang biasanya dialami oleh anak yang tidak mau ditinggal oleh seseorang yang penting di hidupnya tapi dalam tahap perilaku abnormal seperti rewel atau sedih berlebihan ketika ditinggal oleh orang tua. Liriknya menggambarkan konteks yang serupa tapi menurut gue, Kim Jong Wan bukan hanya menyoroti SAD saja, tetapi lebih kepada ketakutan seseorang yang mengidap gangguan mental akan ditinggalkan seseorang yang penting di hidupnya.
Coba play videonya dan resapi liriknya:
I can’t breathe and it is insanely irritable
The sky falls and is destroyed, and my tears
fall to my feet and disperses up to the clouds
Don’t leave me
Yes
The person that I am is very difficult (he means difficult as being troublesome, a burden)
I know I am broken
But I still wish you wouldn’t give up on me
Because once I can be fixed
I’ll truly be beautiful
So please don’t let go and throw me away
It seems like my particular surrounding has a shadow of loss
that is dark and darkly spread
Trust is destroyed and even the last breath
that held on with great difficulty is deprived
Don’t leave me
It's my healing song. Lagu ini merupakan salah satu komponen terpenting di hidup gue. Gue selalu merasa emosional dan menangis ketika lagu ini diputar. Seakan-akan Kim Jong Wan sendiri menjerit kepada orang-orang di sekitarnya, bahwa jangan pernah menyerah pada dirinya. Dia percaya bahwa dia bisa sembuh. Lagu ini mewakili orang-orang yang mengidap penyakit mental bahwa mereka butuh bantuan kita.
Sama halnya dengan seseorang yang memutuskan untuk bunuh diri akibat depresi. Jujur, gue beberapa kali mikir gini. Melewati fase suicidal seorang diri sangat berat untuk gue. Gue merasa ga dicintai, didengar, dipahami. Gue merasa diri gue ga berharga jika orang-orang tahu bagaimana gue sebenarnya. Orang-orang pasti tidak akan mau mengerti kalau gue bilang yang sejujurnya, orang-orang akan bilang bahwa gue adalah orang gila yang sok edgy. Tapi nyatanya, sampai sekarang ini bukan menjadi persoalan yang mudah sampai gue menginjak umur 19 tahun. Gue jadi seseorang yang selalu menyimpan semuanya sendiri dan itu ga mudah.
Kadang orang-orang selalu memberi penghakiman kepada mereka yang mengalami penyakit mental. "Ah kamu kurang beribadah kali." "Obat depresi itu dekat sama Tuhan dong!" sekali lagi, persoalannya ga semudah itu. Yang mereka butuhkan bukan penghakiman dari kalian, bukan juga ceramah agama dari kalian, mereka butuh didengar, dibantu. Mereka butuh dukungan dari kalian untuk bisa sembuh. Mereka butuh diselamatkan dari jurang hitam yang bisa saja tiap waktu akan merenggut mereka.
Gue ingin bilang kepada siapapun yang baca ini, lebih peka terhadap orang-orang di sekitar kalian. Ada teman atau salah satu keluarga kalian yang sedih, tolong tanya mereka, tolong dengar dan jangan beri penghakiman. Karena penghakiman bisa membuat seseorang lebih merasa tidak dihargai, gue udah ngerasain dan benar-benar ga enak. Untuk kalian semua yang sedang berjuang lawan depresi, ayo lawan depresimu! Kamu berharga, kamu pantas dicintai! Jangan pernah membiarkan depresi merenggut jiwamu. Terus lakukan hal-hal positif yang bisa mengurangi depresimu, jangan lupa selalu konsultasi dengan psikologmu atau cerita kepada orang terdekatmu jika ada sesuatu yang membuat depresimu semakin bertambah. Untuk kalian yang sedang mendampingi seseorang yang mengidap depresi, jangan pernah menyerah! Mereka membutuhkan kalian jadi jangan menyerah, tetap kuat, mereka pasti bisa melewati masa itu jika kalian bantu mereka dengan sepenuh hati.
HAPPY WORLD MENTAL HEALTH DAY, SPREAD LOVE NO HATE!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar